Beranda » Uncategorized » Step-by-step Cara Membuat E-passport

E-paspor menjadi salah satu jenis paspor yang akan memudahkan perjalananmu. Serupa dengan e-ktp, e-paspor akan memberikan banyak kemudahan untuk traveling keliling dunia. Di bandara nggak perlu antre lagi, cukup dengan memindai e-paspormu pada alat yang telah dipasang. Jadi, tak perlu heran ya jika e-paspor menjadi salah satu jenis paspor yang tengah diburu oleh para traveler Indonesia.

Apalagi, dengan e-paspor ini, kamu bisa wisata ke Jepang bebas visa lho! Bebas visa? Yup, jika sebelumnya kamu  harus mengurus visa ke Jepang dengan banyak persyaratan, kini cukup dengan e-paspor dan selembar formulir saja, langsung bisa liburan ke Jepang!

Lalu, caranya bagaimana ya untuk membuat e-paspor? Simak selengkapnya kisah saya saat membuat e-paspor pada tahun 2015 lalu. Dan untuk beberapa data telah saya update untuk pengajuan tahun 2017dari staf Jalan-jalan ke Jepang ini yuk!

Patut untuk Kamu Ketahui Tentang Pembuatan E-Paspor!

  1. Pembuatan e-paspor hanya dapat dilakukan dengan cara walk-in atau datang langsung ke kantor imigrasi yang ditunjuk. Jika sebelumnya kita dapat daftar via online, saat ini pendaftaran dengan cara ini sudah ditutup. Mau nggak mau harus ke kantor imigrasi deh.
  2. Bagi kamu yang tinggal di luar DKI Jakarta, Batam, dan Surabaya, maka harus mendatangi salah satu kantor imigrasi dari ketiga kota ini ya. Pasalnya, e-paspor hanya dapat dilayani di DKI Jakarta, Batam, dan Surabaya saja. Peraturan ini hanya berlaku untuk e-paspor, kalau paspor biasa dapat diurus di kantor imigrasi daerahmu.
  3. Kantor Imigrasi yang melayani permohonan e-paspor ada di DKI Jakarta, Batam dan Surabaya. Di antaranya, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Tanjung Priok, Soekarno-Hatta, Kantor Imigrasi Batam dan Surabaya.
  4. Petugas imigrasi hanya melayani pemohon yang datang dengan dokumen lengkap. Pastikan dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap, kalau tidak permohonanmu tidak akan ditindaklanjuti. Waktu itu, saya nggak membawa surat rekomendasi kantor. Mau nggak mau harus bolak-balik untuk melengkapi dokumen deh.
  5. Mengurus e-paspor dikenai biaya sebesar 655 ribu rupiah. Paspor jenis ini berlaku selama 5 tahun dengan jumlah halaman sebanyak 48 halaman.
  6. E-Paspor sebaiknya dihindarkan dari ditekuk, terkena air, dilubangi, dibanting, terkena cahaya matahari langsung, dan benda-benda elektromagnetik yang dapat merusak chipnya.
  7. Mendaftar e-paspor nggak bisa diwakilkan, karena kamu harus wawancara dan foto langsung di tempat pada saat itu juga. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menghindari calo. Misalnya, mendaftarkan bayi atau anak kecil, si buah hati harus tetap diajak ke kantor imigrasi.
  8. Jika nggak bisa mengambil paspor jadi, pengambilan e-paspor hanya dapat diwakilkan oleh keluarga yang tercantum dalam Kartu Keluarga ya. Jangan lupa membawa Kartu Tanda Penduduk.
  9. Memakai pakaian yang rapi dan bersepatu, hindari baju warna putih.

Persyaratan Mengurus E-Paspor 

Bawalah semua berkas di bawah ini, baik asli maupun fotokopian dengan ukuran kertas A4. Selain ukuran ini tidak akan diterima.

  1. Kartu Tanda Penduduk (fotokopian jangan dipotong)
  2. Kartu Keluarga
  3. Akta Kelahiran
  4. Ijazah terakhir yang dimiliki
  5. Surat rekomendasi kantor/ surat domisili tempat tinggal/ surat keterangan usaha/Kartu Pelajar (pilih salah satu yang dimiliki dan sesuai kebutuhan). Karena saya berasal dari luar Jakarta, maka menambahkan surat rekomendasi kantor yang dicap.
  6. Lembar Pernyataan Paspor Baru. Lembar ini dapat dibeli di koperasi kantor imigrasi. Saat mendapatkan nomor antrean, segera beli lembar pernyataan paspor baru yang bermaterai.

Semua persyaratan ini harus lengkap dan difotokopi dengan kertas A4 ya (KTP, KK, Akte Kelahiran, Ijazah, Kartu Pelajar). Saat datang ke kantor imigrasi, bawa 5 dokumen asli serta fotokopiannya dan surat pernyataan. Saya melihat banyak sekali pemohon yang harus kembali ke rumah, karena dokumennya belum lengkap.

Bagaimana dengan Dokumen Tambahan untuk Pembuatan E-Paspor?

Contoh Surat Rekomendasi Kantor

Sementara untuk surat rekomendasi, dibutuhkan bagi pekerja dengan KTP di luar DKI Jakarta, Batam, dan Surabaya. Misalnya bekerja di Semarang, dengan KTP Jawa Barat, maka lampirkan surat rekomendasi dari perusahaan atau instansi tempat bekerja. Tentunya dibubuhi dengan tanda tangan atasan dan cap dari perusahaan (asli, bukan fotokopian).

Dan bagi kamu yang masih menyandang status pelajarsertakan juga fotokopi kartu pelajar dengan ukuran A4 tanpa dipotong dan kartu aslinya. Dengan memenuhi semua persyaratan, kamu sudah siap untuk mengajukan permohonan e-paspor.

Lalu, bagaimana jika tidak memiliki kartu pelajar maupun sedang tidak bekerja? Kamu dapat meminta surat keterangan domisili tempat tinggal ataupun surat usaha (wiraswasta) di kelurahan. 

Langkah-langkah Membuat E-paspor

Setelah mencoba sendiri pengajuan e-paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, berikut ini adalah beberapa tips mengajukan e-paspor. Mohon dibaca lebih teliti ya karena sudah saya tulisan dengan cukup jelas, he-he-he. Sebenarnya nggak ribet kok, asal lebih teliti dan mempersiapkan segala dokumen dengan matang. Selamat mencoba!

1. Mendapatkan Nomor Antrean E-Paspor

Ini adalah pengalaman saya saat tahun 2015 lalu. Meski gerbang antrean baru dibuka pada pukul 06.15 pagi, sudah banyak warga yang mengantre sejak pukul 4 pagi lho. Bahkan saya sukses mendapatkan antrean nomor satu karena datang pukul 4 pagi! Satu demi satu, orang-orang berdatangan. Pada pukul 5 pagi saja, antrean mengular telah nampak di depan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat. Untuk Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat hanya melayani 100 orang pertama untuk pengajuan walk-in  e-paspor.

Usahakan juga untuk berinisiatif membuat presensi secara mandiri dengan menyediakan satu lembar kertas dan bolpoin. Setiap pengunjung yang datang, minta saja untuk menulis nomor dan nama. Dengan demikian, tidak akan ada aksi saling serobot dan lebih tertib. Tapi yang perlu diingat, bahwa nomor antrean ini adalah nomor urut untuk mendapatkan nomor antrean pelayanan ya.

CATATAN PENTING:

Sistem antrean pada tahun 2015 dan 2017 sudah berubah. Kini kamu bisa memanfaatkan Layanan Antrian via WhatsApp atau LAW di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam. Dengan LAW, kamu nggak perlu datang subuh-subuh untuk dapat nomor antrean.

Kamu bisa mengirim permohonan melalui WhatsApp dengan format:

KETIK: #Nama#Tgl.Lahir#Tgl.Kedatangan ke nomor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat di 081 29900 4406.

KETIK: Nama#Tgl.lahir#Alamat+Foto EKTP ke nomor Imigrasi Kelas I Khusus Batam di 0822 8886 2017/ 0822 8882 2017.

Nanti, kamu akan diminta untuk melakukan konfirmasi hingga mendapatkan kode pemesanan. Kamu bisa datang ke imigrasi sesuai dengan jadwal yang tertera pada kode pemesanan WhatsApp. Datanglah 30 menit sebelum waktu yang ditentukan dan bawa semua dokumen yang telah saya sebutkan di atas. Tinggal menunjukkan kode konfirmasi ke petugas imigrasi.  Kalau kamu sampai terlambat, maka harus mengulang LAW dari awal.

2. Mendapatkan Arahan dari Petugas Imigrasi

Sebelum gerbang dibuka, satuan pengamanan akan membantu untuk mengurutkan barisan sesuai presensi yang telah dibuat. Satu persatu pemohon memasuki halaman gedung dan mendapatkan pengarahan. Dengarkan baik-baik, apakah dokumen yang kita bawa sudah lengkap atau belum.

Antrean untuk proses pengajuan e-paspor barulah dibagikan. Tapi sebelumnya, satuan pengamanan akan melakukan pengecekan dokumen. Jika belum lengkap, kartu antrean tidak akan diberikan.

3. Melakukan Walk-in di Imigrasi 

Jika telah mendapatkan nomor antrean, kamu bisa masuk ke ruang tunggu di lantai satu. Siapkan semua dokumen  dan tunggu nomor antrean dipanggil. Selama di kantor imigrasi, kenakan pakaian yang rapi dan bersepatu.

Petugas akan melakukan pengecekan kembali semua dokumen. Jika sudah lengkap, sebuah map kuning dan nomor antrean OSS akan diberikan. Kita tinggal menuju lantai dua untuk mengikuti wawancara dan foto untuk e-paspor.

4. Mengikuti Pelayanan One-Stop Service (OSS)

Demi meningkatkan pelayanan, one-stop service sudah diterapkan nih di kantor imigrasi. Sehingga, saat nomor antreanmu disebutkan di layar, tinggal memasuki loket, wawancara, dan foto! Tak perlu khawatir dengan materi wawancara, tetap santai dan sebutkan data yang sebenarnya. Tidak menutup kemungkinan, permohonan akan ditolak jika dokumen kita mencurigakan ya.

Jika disetujui, kita akan mendapatkan blanko pembayaran ke Bank BNI. Di blanko tersebut, sudah tertera jumlah nominal yang harus dibayarkan. Kita bisa langsung membayar ke Bank BNI terdekat atau sehari sesudahnya. Petugas imigrasi akan memberitahu, kapan kita dapat mulai melakukan pembayaran. Untuk e-paspor biayanya sebesar 655 ribu.

5. Melakukan Pembayaran di Bank BNI

Cukup dengan menunjukkan blanko dari imigrasi, teller sudah paham apa tujuan dari pembayaran. Lalu, kamu akan mendapatkan bukti pembayaran rangkap tiga. Bawa bukti pembayaran ini saat mengambil e-paspor ya dan jangan sampai hilang.

6. Mengambil E-Paspor yang Sudah Jadi

E-paspor akan selesai 4 hari kerja setelah pembayaran. Jika pendaftar e-paspor banyak, kemungkinan e-paspor jadi juga lebih lama. Ikuti instruksi dari petugas kapan e-paspor akan selesai dan bisa diambil.   Misalnya membayar pada hari Senin, maka hari Jumat sudah dapat diambil. Segera datang ke imigrasi, cari loket ‘Loket Pengambilan Paspor Selesai’. Serahkan bukti pembayaran, petugas akan menerima dokumenmu. Kamu tinggal menunggu panggilan dari petugas.

Nantinya, petugas akan memanggil nama kita, melakukan pengecekan data, dan tara… e-paspor sudah jadi! Kamu tinggal ke Kedutaan Besar Jepang untuk mendapatkan cap bebas visa atau Visa Waiver! Tuh kan, membuat e-pasportak lagi serumit dulu. Beragam inovasi dihadirkan untuk memudahkan masyarakat. Serius, masih mikir-mikir mau buat e-paspor atau tidak?

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.